Selasa, 09 Oktober 2012

Teori Organisasi Umum 1


Definisi Organisasi & Macam-macam Organisasi

1.      Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum BahasaIndonesia)

 

2.      Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota.

 

3.      Menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

 

4.      Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

 

5.      Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih

 

6.      Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.

 

7.      Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.

 

8.      Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.

 

9.      Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu (Kochler).

 

10.  Organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.

Macam-Macam Organisasi

 

Ø  Organisasi Niaga

 

PENGERTIAN : Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.

Macam-macam Organisasi Niaga :

1)     Perseroan Terbatas (PT)‏

2)     Perseroan Komanditer (CV)‏

3)     Firma (FA)‏

4)     Koperasi

 

Ø  Organisasi Sosial

 

PENGERTIAN : Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat.

Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :

1)     Jalur Keagamaan

2)     Jalur Profesi

3)     Jalur Kepemudaan

4)     Jalur Kemahasiswaan

5)     Jalur Kepartaian & Kekaryaan

 

Ø  Organisasi Regional & International

 

PENGERTIAN :

1)     Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.

2)     Organisasi Internasional adalah Organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.

Bagan Struktur Organisasi

 

Ø  Bagan Horizontal

 

Dikatakan horizontal karena pada bagan tersebut jika semakin banyak jabatan-jabatan yang di buat dalam perusahaan tersebut maka bagan ini akan semakin luas menyamping.

 

Bagan Horizontal

 

Ø  Bagan Vertikal

 

Bagan vertikal adalah kebalikan dari bagan Horizontal. Bagan Vertikal pada umumnya bagan ini jika dalam perusahaan banyak sekali jabatan atau kepala-kepala bagian dari masing-masing divisi maka bagan ini akan semakin panjang ke bawah.

 


Bagan Vertikal

 

 

Ø  Bagan Lingkaran

 

bagan ini berbentuk lingkaran karena mungkin dalam suatu perusahaan memang sangat memiliki perbedaan tersendiri dalam menyusun bagian-bagian dari perusahaan itu tersebut oleh karena itu banyak sekali model bagan yang terbentuk. pada model bagan ini jika setiap penambahan anggota maka bagan ini akan bertambah diameternya dan semakin membesar.


Bagan Lingkaran

 

 

Ø  Bagan Piramid

 

Bagan ini sangat mudah digunakan karna bentuknya seperti Piramid yang menempatkan bagian-bagian dalam perusahaan yang paling tertinggi di letakan pada bagian TOP dan untuk karyawan di letakan MID dan untuk Office Boy di letakan pada Bagian LOWER.

 


Bagan Piramid

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN ORGANISASI

Ø  Strategi Organisasi
Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi secara keseluruhan, logis kalau strategi dan struktur harus terkait erat. Tepatnya, struktur harus mengikuti strategi. Jika manajemen melakukan perubahan signifikan dalam strategi organisasinya, struktur pun perlu dimodifikasi untuk menampung dan mendukung perubahan ini.Sebagian besar kerangka strategi dewasa ini terfokus pada tiga dimensi -inovasi, minimalisasi biaya, dan imitasi- dan pada desain struktur yang berfungsi dengan baik untuk masing-masing dimensi.
Strategi inovasi adalah strategi yang menekankan diperkenalkannya produk dan jasa baru yang menjadi andalan. Strategi minimalisasi biaya adalah strategi yang menekankan pengendalian biaya secara ketat, menghindari pengeluaran untuk inovasi dan pemasaran yang tidak perlu, dan pemotongan harga. Strategi imitasi adalah strategi yang mencoba masuk ke produk-produk atau pasar-pasar baru hanya setelah viabilitas terbukti.


Ø  Skala Organisasi
Terdapat banyak bukti yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah organisasi secara signifikan memengaruhi strukturnya. Sebagai contoh, organisasi-organisasi besar yang mempekerjakan 2.000 orang atau lebih cenderung memiliki banyak spesialisasi, departementalisasi, tingkatan vertikal, serta aturan dan ketentuan daripada organisasi kecil. Namun, hubungan itu tidak bersifat linier. Ukuran memengaruhi struktur dengan kadar yang semakin menurun. Dampak ukuran menjadi kurang penting saat organisasi meluas.


Ø  Teknologi
Istilah teknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi output. Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.


Ø  Lingkungan
Lingkungan sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar organisasi yang berpotensi memengaruhi kinerja organisasi. Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok tekanan publik, dan sebagainya.
Struktur organisasi dipengaruhi oleh lingkungannya karena lingkungan selalu berubah. Beberapa organisasi menghadapi lingkungan yang relatif statis -tak banyak kekuatan di lingkungan mereka yang berubah. Misalnya, tidak muncul pesaing baru, tidak ada terobosan teknologi baru oleh pesaing saat ini, atau tidak banyak aktivitas dari kelompok-kelompok tekanan publik yang mungkin memengaruhi organisasi. Organisasi-organisasi lain menghadapi lingkungan yang sangat dinamis -peraturan pemerintah cepat berubah dan memengaruhi bisnis mereka, pesaing baru, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, preferensi pelanggan yang terus berubah terhadap produk, dan semacamnya. Secara signifikan, lingkungan yang statis memberi lebih sedikit ketidakpastian bagi para manajer dibanding lingkungan yang dinamis. Karena ketidakpastian adalah sebuah ancaman bagi keefektifan sebuah organisasi, manajemen akan menocba meminimalkannya. Salah satu cara untuk mengurangi ketidakpastian lingkungan adalah melalui penyesuaian struktur organisasi.


 

 

Ø  Faktor-faktor Intern yang mempengaruhi (pendukung dan penghambat) organisasi dan kegiatan organisasi antara lain :
1. Perubahan Kebijakan Pimpinan
2. Perubahan Tujuan
3. Pemekaran atau perluasan wilayah organisasi
4. Volume kegiatan yang bertambah banyak
5. Tingkat pengetahuan dan keterampilan para anggota organisasi
6. Sikap dan Perilaku dari para anggota organisasi
7. Berbagai macam ketentuan atau peraturan baru yang berlaku dalam organisasi.

Lingkungan Ekstern adalah keseluruhan faktor yang ada diluar organisasi (fator-faktor ekstern) yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor- faktor yang termasuk dalam lingkungan ekstern cukup banyak, antara lain : Politik, Hukum, Kebudayaan, Teknologi, Sumber Alam, dan Demografi.

 

 

Referensi:




 

Jumat, 15 Juni 2012

CITRA INDIVIDU DAN KELUARGA MENCIPTAKAN TATA NILAI DALAM MASYARAKAT

CITRA INDIVIDU DAN KELUARGA MENCIPTAKAN TATA NILAI DALAM MASYARAKAT

Ilmu Budaya Dasar
 

 
Disusun Oleh:



Nama:              FAHMI HERMAWAN

NPM:              12111583

Kelas:              1KA33







SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2012


Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah
Citra Individu dan keluarga Menciptakan Tata Nilai Dalam Masyarakat.
Kelas  :  1-KA33
Tanggal Penyerahan Makalah : 15 Juni 2012
Tanggal Upload Makalah  :  16 Juni 2012

 

P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n



N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
12111583
Fahmi Hermawan


Program Sarjana Sistem Informasi

UNIVERSITAS GUNADARMA





KATA PENGANTAR.

Puji serta syukur saya panjatkan atas berkah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang telah membimbing saya dalam penyusunan makalah ini. Serta kedua orangtua dan rekan-rekan baik langsung dan yang tidak langsung telah membantu saya dalam penyusunan makalah ini. Serta Bapak Muhammad Burhan Amin selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini.Makalah CITRA INDIVIDU DAN KELUARGA MENCIPTAKAN TATA NILAI DALAM MASYARAKATmerupakan salah satu bentuk perwujudan tulisan dari tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang diberikan di semester 2 Program Sarjana Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2012.Setiap informasi yang didapatkan dari media internet dan sumber-sumber lain untuk makalah ini semata-mata sebagai rumusan inspirasi bukan tujuan dalam plagiarisme total dandengan tidak lupa menyertakan sumber inspirasi penulisan makalah ini. Yang selanjutnya diharapkan penulisan makalah ini dapat bermanfaat sebagai salah satu masukkan informasi dan pelajaran kebudayaan yang dapat berguna dalam proses pembentukan mahasiswa modern yang tak luput atas kepedulian terhadap kebudayaan bangsa Indonesia.Materi dalam makalah ini berisi sebagian informasi keadaan yang terjadi mengenaiKontribusi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Melestarikan Kebudayaan dalam kehidupan manusia di era globalisasi ini. Dengan harapan generasi muda sebagai penerus tongkat estafet perkembangan ilmu kebudayaan, dapat memiliki peranan aktif di dalamnya.Dan saya mengakui makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk lebih menyempurnakan makalah yang telahsaya susun ini. Selanjutnya saya mengucapkan terimakasih atas perhatiaanya untuk makalah yang telah saya susun ini.



      Bekasi, 15 Juni 2012

                                                                                                                Fahmi Hermawan


DAFTAR ISI


Pernyataan……….............................................................................. i
Kata Pengantar………….................................................................... ii
Daftar Isi…....................................................................................... iii


Bab 1
Pendahuluan…….............................................................................. 1
1.Latar Belakang............................................................................... 1
2.Tujuan..........................................................................................  2
3.Sasaran.........................................................................................  2


Bab 2 Permasalahan.......................................................................... 2
1.Kekuatan......................................................................................... 2
2.Kelemahan....................................................................................   2              
3.Peluang.........................................................................................  3
4.Tantangan/Hambatan....................................................................  3


Bab 3 Kesimpulan dan Rekomendasi............................................   3
1.Kesimpulan................................................................................     3
2.Rekomendasi...............................................................................   4
3.Referensi....................................................................................     4

BAB 1 PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG
Manusia itu pada hakekatnya adalah mahluk sosial, tidak dapat hidup menyendiri. Ia merupakan“Soon Politikon” manusia itu merupakan mahluk yang hidup bergaul, berinteraksi. Perkembangan dari kondisi ini menimbulkan kesatuan-kesatuan manusia, kelompok-kelompok sosial yang berupa keluarga dan masyarakat Maka terjadilah suatu sistem yang dikenal sebagaisistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang mengatur kehidupan mereka, memenuhikebutuhan hidupnya.Peran-peran sosial yang seharusnya dijalankan oleh seseorang akan menjadi tidak mutlak akibatpergeseran tata nilai yang terjadi di masyarakat, masyarakat semakin tidak menghendaki sebuah kesadaran kolektif dalam membangun kebersamaan dalam sosialisasi, akan tetapi skema fungsi sosial yang berkembang dewasa ini lebih kepada bagaimana kita mempunyai reward ataupun nilai pengganti dari sebuah peran yang seharusnya kita jalankan.
Setiap masyarakat memiliki tata nilai yang berbeda dengan masyarakat lainnya tergantung pada nilai sosial dan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu nilai sosial dan kebudayaan pada masyarakat tertentu dapat dianggap baik oleh warganya, tetapi dapat dianggap tidak baik oleh warga masyarakat lain. Pengertian tentang nilai sosial dari para tokoh sosiologi pada dasarnya sama, yakni suatu perilaku atau tindakan individu yang dianggap baik oleh kebanyakan warga masyarakatnya.
Ciri- ciri nilai di antaranya sebagai berikut.
  • Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
  • Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).
  • Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
  • Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  • Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
  • Dapat memengaruhi pengembangan diri sosial
  • Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
  • Cenderung berkaitan satu sama lain.



2.      TUJUAN .

1.      Mahasiswa memahami tata nilai di kehidupan masyarakat.
2.      Saling citra masyarakat masing-masing.
3.      Menciptakan tata nilai dalam di kehidupan keluarga kita.

3.      SASARAN.

Penulisan makalah ini ditunjukan untuk mahaiswa,betapa pentingnya tata nilai dalam keluarga maupun masyarakat, tata nilai yang akan nantinya sangat penting untuk kita sendiri dan untuk generasi kita berikutnya dan juga supaya individu dan masyarakat melakukan tata nilai sebaik – baik nya.


BAB II PERMASALAHAN

Peran-peran sosial yang seharusnya dijalankan oleh seseorang akan menjadi tidak mutlak akibat pergeseran tata nilai yang terjadi di masyarakat, masyarakat semakin tidak menghendaki sebuah kesadaran kolektif dalam membangun kebersamaan dalam sosialisasi.
1.      KEKUATAN.
A.    Kontruksi masyarakat sebagai hasil interaksi anntar warga masyarakat.
B.     Tercipta hubungan yang baik sesama antarwarga.
C.     Kemudahan mengakses berbagai macam informasi.
D.    Pelestarian keanekaragaman budaya kita di jaga agar tetap lakukan dalam citra masayarakat.

2.      KELEMAHAN.
A.    Menghilangnya tata nilai di kehidupan sehari-hari dan masyarakat.
B.     Di dalam keluarga tidak di ajarkan pengenalan tata nilai kehidupan di masyarakat.
C.     Masih maraknya kekerasan di masyarakat sehingga individu masih tidak punya tata nilai.
D.    Kurang menyadari apa itu tata nilai.

3.      PELUANG.
A.    Dengan adanya tata nilai di kehidupan,antar warga akan hidup harmonis.
B.     Saling adanya kerja sama di kehidupan masyarakat.
C.     Semua masyarakat sadar akan penting nya tata nilai.
D.    Kesopanan dalam kehidupan masyarakat akan muncul di keseharian.

4.      TANTANGAN / HAMBATAN.
A.    Sulit akan pentingnya tata nilai di kehidupan.
B.     Kurang di pelajari lagi di setiap individu atau pengajaran dalam keluarga masing- masing.
C.     Dengan berkembangan jaman, tata nilai di masyarakat sudah mulai hilang.
D.    Sulit untuk mengembalikan tata nilai yang sudah pudar atau hilang dengan jaman yang sudah modern.


BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI.

1.      KESIMPULAN.

Jadi dengan adanya perkembangan jaman seperti ini sangat sulit untuk mengembalikan suatu tata nilai yang sudah ada pada diri setiap orang, karena sudah adanya budaya luar yang masuk ke negara masing-masing. Jadi dengan masuk nya budaya luar akan mempengaruhi kehidupan masyarakat seperti tidak mempunyai tata krama,norma kehidupan dan lain sebagainya. Hal itu sanagat negatif sekali di dalam kehidupan di keseharian kita.






2.      REKOMENDASI.

Untuk mengatasinya dalam mengembalikan tata nilai suatu kehidupan yaitu, ada nya kesadaran diri dan cinta indonesia, bahwa warga negara indonesia itu di setiap warga nya mempunyai sopan santun dan tata krama. Tata nilai itu harus diterapkan disetiap keluarga masing – masing dan setiap orang tua mengajarkan kepada anaknya betapa penting nya untuk mereka supaya mengetahui dan memahami tata nilai di kehidupan masyarakat, supaya anak mereka atau generasi mempunya sopan santun dan mempunyai norma kehidupan.


REFRENSI

www.menu.sman3-kag.sch.id/onnet/onnet5/files/sosiologi3.doc


MANUSIA DAN HARAPAN



MANUSIA DAN KEGELISAHAN