Minggu, 08 Maret 2015

Kode etik dan Etika

Etika sering dipahami sebagai ajaran tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia, sehingga etika dipahami sebagai ajaran yang berisikan perintah yang harus dipatuhi karena tindakan tersebut baik dan benar, dan larangan yang harus dihindari atau tidak dilakukan karena tindakan tersebut salah. Kode etik adalah suatu istilah atau konsep yang juga perlu dipelajari dalam studi etika. Keberadan ‘kode etik’ dapat diposisikan di antara etika dan etiket. Kode etik merupakan suatu ‘konsensus yang disepakati bersama dan bersifat mengikat para anggota atau komponen suatu kelompok tertentu, namun tidak mengikat pihak lainnya. 

Pada hakekatnya kode etik diartikan sebagai nilai-nilai/norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1997)sehingga kesamaan antara kode etik dan etika terletak pada tujuaannya dimana keduanya berusaha agar seluruh masyarakat bertanggung jawab akan apa saja yang dilakukannya. Jika di masyarakat tidak ada etika dan kode etik, tentunya masyarakat tidak akan memiliki pegangan untuk bermasyarakat dan cenderung tidak bertanggung jawab dalam bertindak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa etika dan kode etik sangat memiliki peranan penting dalam menjaga keteraturan sosial (social order) disamping hukum dan norma.

Dengan demikian luas nya lingkup dari etika sosial,maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang.Dan pembahasan nya bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :

  • Sikap terhadap sesama.
  • Etika keluarga
  • Etika profesi.
  • Etika politik.
  • Etika lingkungan.
  • Etika idiologi.
Sumber :
Anonim, 2013, "ETIKA, ETIKET DAN KODE ETIK", URL :http://sanggamtogatorop.blogspot.com/2013/02/etika-etiket-dan-kode-etik.html
http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf

Sabtu, 10 Januari 2015

Teknologi Digital di Indonesia

Perubahan iklim yang sangat ekstrim akhir akhir menandakan bahwa alam sudah tidak terlalu bersahabat dengan manusia? Apa yang salah ? Kenapa alam marah kepada manusia ? Kenapa alam tidak bersahabat lagi kepada manusia ? Mari intropeksi diri. Terkadang kita suka tidak sadar menyakiti alam dengan merusak lingkungan. Terkesan manusia tidak membutuhkan alam padahal tanpa alam manusia tidak akan bertahan sampai jaman ini. Ribuan tahun manusia hidup bergantung pada alam, ingat pelajaran sejarah yang menerangkan bahwa nenek moyang manusia awalnya hidup dengan cara nomaden yaitu hidup dari satu tempat ke tempat lainnya. Mencari alam yang masih menyimpan sumber kehidupan bagi kaum manusia pada saat itu. Sungguh sudah berapa juta bahkan milyaran kebaikan yang diberikan alam kepada manusia. Tapi mengapa masih banyak manusia yang tidak pernah sadar akan kebaikan tersebut. Tidak berterimakasih malah bertingkah sebaliknya merusak alam untuk kepentingannya hidupnya sendiri.
Satu langkah kecil yang berarti besar bila semua manusia melakukan hal yang sama dan kompak untuk menjaga alam. Cara termudahnya adalah dengan mengubah pola hidup. Pola hidup dengan memanfaatkan Green Teknologi. Tidak mudah memang menerapkan Green Teknologi untuk negara berkembang seperti Indonesia. Namun, tidak mudah bukan berarti tidak ada. Masih ada banyak jalan menuju Roma, masih ada banyak alternative Green Teknologi yang dapat diaplikasikan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menerapkan Teknologi Digital pada kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Infrastruktur Indonesia sudah cukup mendukung untuk Teknologi Digital walaupun belum optimal namun dari segi opportunity di kehidupan bermasyrakat Indonesia yang sangat open mind (terbuka) pada kemunculan teknologi baru akan sangat membantu dalam penerapan Green Teknologi ini.

Keuntungan penggunaan teknologi digital di Indonesia

Dengan menghadirkan Teknlogi Digital di masyarkat sebagai teknlogi yang ramah lingkungan alias Green Teknologi, akan ada banyak advantages atau keuntungan yang dapat dihasilkan yaitu :
  1. Yang pertama tentu saja Go Green, penerapan Teknologi Digital di Indonesia akan menciptakan lingkungan yang bersih dan ramah terhadap penghuninya. Hal itu dikarenakan Teknologi Digital bisa dikatakan sama sekali alias 100% tidak menghasilkan polusi. Teknologi Digital tidak menghasilkan debu atau asap sehingga sangat bersih dan ramah lingkungan.
  2. Low cost, dalam hal ini saya mengamsumsikan untuk penerapan kegiatan belajar mengajar (sekolah). Bila biasanya siswa sekolah diharuskan untuk membeli sebuah buku dengan harga Rp.50.000 maka dengan penerapan Teknlogi Digital di sekolah, biaya sebesar itu dapat dipangkas hingga hampir 100%. Dengan Teknologi Digital, siswa tidak perlu lagi membeli buku untuk kegiatan belajar mengajar. Siswa akan diprovide dengan buku dalam bentuk file e-book yang estimasi harganya hanya berkisar Rp.5.000 untuk kapasitas 5MB. Diluar itu, ada efek Go Green juga dalam penerapan teknologi ini. Dengan tidak menggunakan buku kertas maka penggunaan kertas secara otomatis akan berkurang dan itu berarti jumlah pohon yang digunkan untuk diproduksi sebagai bubur kertas (pulp) juga akan berkurang.
  3. Worldwide atau menjangkau seluruh dunia. Sistem Teknlogi Digital yang memanfaatkan internet sebagai medianya membuat setiap individu yang mengaksesnya terhubung dengan informasi diseluruh dunia, sehingga membuat seluruh masyrakat akan lebih berwawasan dan menambah informasi baru dari belahan dunia manapun.

Penerapan Teknologi Digital di Indonesia

Bidang apa saja yang dapat memanfaatkan teknologi digital ? Pertanyaa ini sering timbul di pikiran kita . Hampir semua bidang dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung Green Teknologi, diantaranya adalah :
  1. Pendidikan, penerapan teknologi digital untuk bidang pendidikan diantaranya adalah dalam penerapan system E-Learning. Dengan system ini siswa dan guru dapat tetap melakukan kegiatan belajar mengajar walaupun terpisah jarak yang jauh. Seperti yang kita ketahui wilayah Indonesia yang berupa kepulauan masih menyulitkan akses belajar bagi siswa yang tinggal dipedalaman. Sehingga dengan penerapan system e-learning ini dikemudian hari siswa yang tinggal dipedalaman masih akan tetap bisa mendapatkan haknya untuk belajar.
  2. Pemerintahan, saat ini pemerintah Indonesia sudah mulai menerapkan system Teknlogi Digital untuk birokrasinya dan semoga system yang digalakan pemerintah saat ini dapat terus berjalan dan berkembang kearah yang lebih baik. Beberapa system pemerintah yang telah mengadopsi Teknlogi Digital diantaranya adalah E-KTP atai Elektronik KTP. Dengen penerapan Elektronik KTP ini pemerintah akan dapat dengan mudah mangakses informasi secara terperinci dari setiap individu warga masyarkat Indonesia (WNI). Bukan hanya WNI yang berada di wilayah Indonesia saja, melainkan juga WNI yang berada di luar negeri.
  3. Perekonomian, saat ini pun penerapan teknologi digital pada bidang perekonomian sudah mulai bergeliat. Salah satu contoh yang nyata adalah menjamurnya e-commerce atau online store di Indonesia. Dengan tumbuh suburnya praktik perdagangan secara online tersebut tentu saja membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Perputaran uang menjadi lebih lancar dan juga membawa banyak peluang baru untuk masyarakat Indonesia untuk mengubah hidupnya menjadi lebih sejahtera.

Penerapan Green Teknologi untuk menciptakan bumi dengan alam yang lebih bersahabat pada manusia dalam bentuk Teknologi Digital memang bayak memberikan keuntungan, bukan hanya keuntungan untuk manusia namun juga keuntungan bagi mahkluk selain manusia yaitu hewan, pohon dan apapun yang hidup dibumi. Selain itu, wilayah Indonesia yang berupa kepulauan dengan lebih dari 13.000 pulau dan luas yang membentang kurang lebih 600 KM membuat system teknologi digital sangat cocok dan perlu untuk diterapkan disini. Namun yang perlu dicatat dalam hal ini adalah perlunya dukungan pemerintah untuk turut serta dalam mengembangkan akses data untuk jaringan internet ke seluruh wilayah Indonesia tak terkecuali kependalaman agar keuntungan dan pemanfaatan teknologi digital dapat dirasakan oleh semua masyrakat Indonesia dan alam pun akan terus bersahabat kepada manusia.

Sumber : http://gadgetan.com/green-teknologi-untuk-indonesia-yang-lebih-baik/41369

Manajemen Data Telematika


Pengertian dan Tujuan Manajemen Data

Manajemen Data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa data:


  • Data Akurat
  • Up to Date (Mutakhir)
  • Aman
  • Tersedia bagi pemakai (user)


Kegiatan Manajemen Data (1)

Kegiatan manajemen data mencakup :

  • Pengumpulan Data
  • Integritas dan Pengujian
  • Penyimpanan
  • Pemeliharaan
  • Keamanan
  • Organisasi
  • Pengambilan

KETERANGAN:

-Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.

-Integritas dan Pengujian
Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.

-Penyimpanan
Data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan magnetic.

-Pemeliharaan
Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.

-Keamanan
Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.

-Organisasi
Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.

-Pengambilan
Data tersedia bagi pemakai.


Didalam manajemen data telematika ini, di bagi-bagi menjadi 3,kategori yaitu :

  1. Manajemen data sisi klien
  2. Manajemen data sisi server
  3. Manajemen data base sistem perangkat bergerak

Client-Server
Client-Server merupakan sebuah kemampuan dan layanan komputer untuk meminta request dan menjawab request data ke komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan / request disebut sebagai client dan setiap instance yang menyediakan/memberikan layanan atau menjawab request disebut server. Data yang diminta oleh client diambil dari database pada sisi server (server side) yang sering disebut database server.

Client server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Pada awalnya pengertian client server adalah sebuah sistem yang saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi sebagai server atau biasa disebut 2-Tier. Ada beberapa pengertian lagi tentang client-server ini, tetapi pada intinya client server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.

Keuntungan Client-Server
Ada beberapa keuntungan yang dapat kita ambil dari penggunaan manajemen data telematika client server ini. Berikut adalah beberapa keuntungan tersebut :

  1. Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
  2. Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
  3. Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
  4. Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
  5. Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.


Kelemahan Client Server
Selain memiliki kelemahan, penggunaan client server juga tentunya memiliki kelemahan. Berikut adalah kelemahan-kelemahan tersebut :

  1. Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
  2. Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
  3. Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
  4. Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

§ Manajemen data Base sistem perangkat bergerak
Seiring dengan berkembangnya komunikasi bergerak dengan cepat memberikan dorongan kepada para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya yang tentunya agar dapat menambah pemasukan bagi perusahaanya.

Beberapa contoh komunikasi data bergerak, misalnya untuk akses internet. Pengenalan WAP (Wireless Application Protocol) telah menunjukkan potensi sebagai layanan internet nirkabel/ WAP merupakan protocol global terbuka yang memungkinkan para pengguna mengakses layanan-layanan on-line dari layar kecil pada telepon genggam dengan menggunakan built-in browser. WAP bekerja pada berbagai teknologi jaringan bergerak, yang memungkinkan pasar missal bagi penciptaan layanan data bergerak.

Contoh dari layanan bergerak adalah GPRS. GPRS merupakan sebuah sistem transmisi berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip ‘tunnelling’. GPRS tidak menawarkan laju data tinggi yang memadai untuk multimedia nayata, tetapi GPRS merupakan kunci untuk menghilangkan beberapa batas pokok bagi layanan-layanan data bergerak.

Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan bahwa GPRS merupakan teknologi kunci untuk data bergerak :

  1. Memperkaya utility investasi untuk perangkat GSM yang sudah ada.
  2. Merupakan teknologi jembatan yang bagus menuju generasi ke 3.
  3. Mampu memanfaatkan kemampuan cakupan global yang dimiliki GSM.
  4. Menghilangkan atau mengurangi beberapa pembatas bagi akses data bergerak.
  5. Memiliki laju data sampai 115 kbps yang berarti dua kali lipat daripada koneksi ‘dial up’ 56 kbps yang berlaku.
  6. Menampakan diri sebagai komunikasi yang ‘selalu’ terhubung sehingga memiliki waktu sesi hubungan yang pendek dan akses langsung ke internet.


Sumber : 
http://yusuke-chan.blogspot.com/2011/11/manajemen-data-telematika.html
http://macansirkuit.blogspot.com/2012/11/manajemen-data-telematika.html


Sumber : http://darkzone7.blogspot.com/2015/01/manajemen-data-telematika.html#ixzz3OQpI5myB

Jumat, 14 November 2014

layanan telematika


Melanjutkan pembahasan yang lalu mengenai arsitektur telematika, kali ini saya akan mencoba membahas tentang Layanan Telematika.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika, yang merupakan suatu bentuk hubungan saling bertukar informasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lain. Perkembangan teknologi telematika saat ini begitu pesat, begitu pula perkembangan layanan telematika di berbagai bidang, contoh sederhana dari layanan telematika adalah dial up ke jaringan internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Peran layanan telematika amatlah penting bagi perkembangan informasi di dunia tidak terkecuali di Indonesia  yang memenuhi 3 hal pokok yakni :
  • Mengoptimalkan proses pembangunan, layanan telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memudahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
  • Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
  • Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.

Layanan Telematikanya digunakan dalam beberapa bidang, 4 diantaranya :
Layanan Telematika di bidang Informasi 

Layanan telematika di bidang informasi adalah penggabungan dari telekomunikasi digital dan teknologi komputer untuk dapat memberikan informasi dan sebagai sarana komunikasi masyarakat. Layanan informasi yang diberikan harus dapat mencapat 4 pola lalu lintas informasi yaitu alokasi, pembicaraan, konsultasi dan juga registrasi. Arus informasi yang disampaikan harus dapat diterima oleh penerima informasi sesuai dengan informasi dari sumber sesungguhnya, tanpa diberi "bumbu" yang mebuat informasi tersebut tak lagi aktual. beberapa contoh penggunaan layanan telematika pada bidang informasi : 
  • Warung Telepon yang biasa disingkat sebagai Wartel adalah sarana telekomunikasi untuk masyarakat umum. Di dalam wartel terdapat kamar bicara (KBU) berisi pesawat telepon untuk digunakan pemakai jasa. Telepon di dalam kamar bicara umum bisa digunakan untuk pembicaraan telepon lokal, antar wilayah, interlokal(SLJJ), maupun sambungan langsung internasional. Biaya pemakaian jasa telekomunikasi dibayar langsung di tempat oleh konsumen sesuai tarif pulsa yang berlaku ditambah tarif pelayanan. pada saat ini posisi kedudukan wartel telah meredup dengan perkembangan teknologi yang semakin maju.
  • Warung Internet atau Watnet yang tenggah marak saat ini adalah contoh dari pengaruh internet bagi masyarakat, selain sebagai tempat mendapatkan informasii dapat juga sebagai sarana komunikasi melalui internet. Warnet pun kin sudah banyak dan dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat.
  • E-Commerce adalah kegiatan jual beli secara electronik melalui jaringan internet. Kegiatan e-commerce memudahkan masyarakat dalam memasang iklan, memasarkan barang jualannya, membeli barang dan memalkukan pemesan serta memudahkan mendapatkatkan informasi tentang barang yang diinginkan. E-commerce dapat diakses secara luas diseluruh dunia, prosesnya pun mudah dan tidak tergantung pada ruang dan waktu, siapa saja dapat menggunakannya dimana saja dan kapan saja.

Layanan Telematika di bidang Keamanan

Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakanan keamananinformasi dan data. layanan terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan auditin. Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak seharusnya, dengan kata lain layanan ini sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Layanan telematika  dalam bidang keamanan sudah diterapkan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas. Polda Jatim memiliki website di http://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. 

Diharapkan daerah– daerah lainnya yang tersebar diseluruh Indonesia dapat memanfaatkan teknologi telematika seperti halnya Polda Jatim agar terciptanya negara Indonesia yang aman serta disiplin. Indonesia perlu menciptakan suatu lingkungan legislasi dan peraturan perundang-undangan.Upaya ini mencakup perumusan produk-produk hukum baru di bidang telematika (cyber law) yang mengatur keabsahan dokumen elektronik, tanda tangan digital, pembayaran secara elektronik, otoritas sertifikasi, kerahasiaan, dan keamanan pemakai layanan pemakai layanan jaringan informasi.  Contoh lain dari layanan keamanan yaitu:
  • Navigation assistant
  • Weather,stock information
  • Entertainment and M-commerce
  • Penggunaan Firewall dan Antivirus

Layanan Context Aware dan Event-Based
Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
  • The acquisition of context, hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
  • The abstraction and understanding of context, pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
  • Application behaviour based on the recognized context, bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Layanan Perbaikan Sumber (Resource Discovery Service)
Layanan perbaikan sumber adalah layanan untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. layanan ini juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan. . Contoh : Telematika  dalam masyarakat dan untuk masyarakat. Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiskinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Sektor swasta harus berperan aktif dalam penyediaan informasi serta mengembangkan berbagai aplikasi yang diperlukan oleh masyarakat.Oleh karena itu, pemerintah akan berupaya untuk mendorong perkembangan industri “information content” dan aplikasi. Pendayagunaan perangkat lunak “open sources” perlu mendapakan perhatian khusus. Di pihak lain, pendayagunaan teknologi telematika sering terhambat oleh kemampuan masyarakat menggunakannya, di mana bahasa seringkali merupakan salah satu faktor penghambat. Agar difusi teknologi telematika dapat dipercepat dan diperluas, maka di samping meningkatkan kemampuan mendayagunakan teknologi telematika, pemerintah akan memberikan perhatian khusus bagi berkembangnya standard dan piranti antarmuka berbasis bahasa Indonesia untuk mempermudah penggunaan produk teknologi telematika bagi penduduk yang tidak mampu berbahasa asing.


SUMBER :


Rabu, 22 Oktober 2014

Penggunaan Telematika Dalam Teknologi Informasi

        Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa kini semakin lama kian canggih, manusia semakin dimudahkan dan dimanjakan kebutuhan nya oleh teknologi, dapat kita jumpai dalam beberapa hal berikut dangan adanya teknologi informasi dalam hal ini internet manusia dapat dengan mudah mengakses informasi tentang berbagai hal tanpa terkecuali, hanya dengan menggunakan internet, pengaksesan internet jga mudah ditemui dengan adanya gadjed yang canggih yg terjual dari murah hingga mahal.

          Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga tidak akan dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicorep rocessor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan factor baru dari perkembangan teknologi. Antamuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooAPPS live. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunaannya. 

      Begitu juga dengan penggunaan komputer,tanpa kita sadari, komputer telah menjadi suatu kebutuhan dan memiliki peranan yang sangat penting di masyarakat. Hal ini berlaku di negara-negara yang sudah maju maupun di negara-negara yang sedang berkembang.   Pada akhirnya, era robotic akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industry kecil dan menengah. Tetapi jauh dari itu semua, mengenai trend ke depan telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikan sebagai suatu trend didalam masyarakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak menguntungkan diri sendiri. Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.

1. Bidang Perbankan :

            Penggunaan mesin pelayanan bank otomatis (Automatic Teller Machine), terminal penjualan (Point Of Sell Terminals) dan komunikasi antar komputer menghasilkan sistem pemindahan dana elektronik (Cash Less Society atau masyarakat tanpa uang tunai ). Keseluruhan sistem ini akan mengubah tata cara kerja bank, pengecer, grosir dan pedagang. Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan, pembayaran tagihan secara on-line, dan informasi rekening. Di kota-kota besar, kita dapat memastikan kebanyakan orang telah mempunyai rekening di bank. Rekening yang bisa berupa tabungan, rekening koran, giro, ataupun deposito. Memanfaatkan internet sebagai salah satu jalur transaksi perbankan yang lebih mudah diakses dimanapun seperti di rumah atau kantor dan juga kapanpun selama 24 jam selama satu minggu.

2. Bidang Transportasi :

           Dalam Industri transportasi saat ini computer memberikan kemampuan untuk mengelola kendaraan dengan melacak lokasi dari pengguna kendaraan tersebut, computer digunakan untuk mendeteksi banyaknya mobil yang berhenti di lampu lalu lintas,selain itu computer juga dapat menghitung waktu optimum dari sinyal lampu lalulintas untuk memperlancar lalu lintas. Dengan diikuti perkerkembangan dunia teknologi yang mensupport bidang transportasi beberapa negara maju kereta dipasang alat navigasi modern untuk menggantikan masinis melalui penggunaan satelit dan sistem computer. Bisnis penerbangan menggunakan computer untuk reservasi. Bandar udara tidak akan berfungsi secar maksimal tanpa menggunakan atau disupport dengan computer untuk membantu melacak serta membaca sinyal pesawat terbang yang akan mendarat ataupun yang sedang mengudara.

3. Bidang Pendidikan

Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.
Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.
Peranan web kampus atau sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.
Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sistem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

Dalam bidang pendidikan terdapat keuntungan dan kerugiannya sebagai berikut :
Keuntungan :
·        Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
·        Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin    memudahkan proses pendidikan.
·        Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
·        Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

Kerugian :
·        Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
·        Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
·        Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).

4. Bidang Informasi dan komunikasi. 

          Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:
·         Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru bumi bagian manapun melalui internet
·        Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone
·        Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain
·        Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
1.    Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
2.   Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu

Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet. Kecemasan teknologi Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.

Sumber :

Kamis, 02 Oktober 2014

Telematika

Semester 7 Universitas Gunadarma, di Jurusan yang saya ambil sekarang dapat mata kuliah Telematika, mungkin banyak dari kawan-kawan sekalian mengetahui Telematika itu dari televisi maupun internet dengan "tokoh"nya yaituRoy Suryo. Disini saya tidak akan membicarakan tentang Roy suryo, tetapi akan mengupas mata kuliah Telematika ini secara sekilas saja, karena saya sebelumnya juga tidak begitu mengetahui apa itu Telematika.
Apa sih sebenarnya Telematika itu ? Menurut Wikipedia Telematika adalah adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah Telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang. Lalu apa benar hanya dari singkatan saja ? selanjutnya saya mencoba untuk menjelajahi dunia maya, mencari info tentang Telematika ini, dan didapatkan bahwa Telematika itu sendiri berasal dari bahasa Perancis TELEMATIQUE yang dapat berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Oke, disini sudah mulai jelas tentang dasar ilmu pengetahuan Telematika itu sendiri, yaitu perpaduan antara sistem jaringan komunikasi dengan jaringan informasi. Melihat dari apa yang disebutkan wikipedia sebelumnya bahwa Telematika adalah gabungan dari kata Telekomunikasi dan Informatika yang merupakan perpaduan konsepcommunication dan computing, Istilah Telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.
Namun saat saya sedang dikelas pada pertemuan minggu kedua mata kuliah Telematika ini, Oleh Dosen kami di jelaskan bahwa Telematika itu merupakan perpaduan antara :
  • Tele    = Tele
  • Ma   = Multimedia
  • Tika  = Informatika
Dan sementara itu Saya menenukan link lain hasil penjelajahan di dunia Maya mengenati Telematika, Pada Artikel Telematika di Mata Kuliah Hukum Telematika Universitas Indonesia terdapat tulisan seperti ini :
Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Jadi sepanjang pengamatan saya yang awam ini, Telematika adalah ilmu pengetahuan dalam bidang komputer yang lebih meneekankan pada perpaduan antara bidang Telekomunikasi dan Komputerisasi.

Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.
Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudulL'informatisation de la Societe
Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika.

Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan informatika. Senada dengan pendapat pemerintah, telematika diartikan sebagai singkatan dari tele = telekomunikasi, ma = multimedia, dan tika = informatika.


Telematika di masa lampau

Sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi.Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika.
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.
Setahun sebelumnya di Amerika Serrikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet.



Telematika di Indonesia dimasa lampau
Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Jhhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat "pesan" berbasis "unix", "ethernet", pada tahun 1983[20], persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah "unix", "email", "PC", "modem", "BBS", "ethernet", masih merupakan kata-kata yang sangat langka. Periode ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya.
Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.

Telematika dimasa sekarang
Pada akhir abad 20, dua inovasi utama muncul hampir bersamaan: Internet dan Mobile Phones serta kemampuan komputer yang makin powerfull (miniaturisasi) sebagai enabling technology.
Mengubah “landscape” telekomunikasi dan membangun motivasi yg memicu pertumbuhan ekonomi secara dramatis. Dahulu, dial up menggunakan jaringan telepon tetap adalah satu-satunya media akses yang paling masuk akal agar perorangan dapat terhubung ke internet dari rumah atau kantor. Bahkan warnet-warnet pun banyak mengandalkan dial-up sebagai media koneksi Internet. Perusahaan penyedia jasa internet mulai tumbuh satu per satu. Indonet merupakan salah satu pelopor untuk hal ini yang kemudian diikuti oleh perusahaan jasa internet lainnya. Hingga suatu saat lahirlah TelkomNet Instan, di mana dengan model seperti ini pelanggan dengan lebih mudah untuk melakukan dial-up tanpa perlu melakukan registrasi. Kecepatan maksimal dari dial-up hanya 57 Kbps.

Telematika dimasa yang akan datang
Pertumbuhan fenomenal dlm dua bidang Telecom (mobile) dan Datacom (Internet) mengarah ke konvergensi dari dua area ini :
1. Internet-like services ingin diimplementasika pd mobile service 
- Higher speed mobile network (2.5G, 3G) diperlukan.
2. Internet Protocol (IP) memp. peran strategis dlm pengembangan dan implementasi jaringan telekomunikasi (All IP-based core network). 

Sistem kedepan harus memp. Karaktersitik sbb:
- All IP based core network
- Multi-access interoperability
- Menawarkan macam-macam teknologi akses ke terminal user dlm suatu arsitektur seamless network
- Multi-mode terminal
- Teknolgi akses berbeda terintegrasi dlm suatu platform common yg fleksibel dan expandable (software radio)
- Horizontal (intra-system) dan vertical (inter-system) handover.


Terimakasih

Senin, 14 April 2014

BIBLIOGRAFI

Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion : yang berarti buku dan Graphein : yang berarti menulis, maka kata bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki.

Dengan demikian tujuan dari bibliografi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

JENIS-JENIS BIBLIOGRAFI
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis bahan pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.


Dari segi cara penyajian dan uraian deksripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
  • Bibliografi deskriptif : Yaitu bibliografi yang dilengkapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresum), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
  • Bibliografi evaluatif : Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.

BAGIAN-BAGIAN BIBLIOGRAFI
Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari:
  • Judul: berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
  • Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
  • Sumber: berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
  • Data terbitan (impresum): berisi data tentang kota terbit, nama penerbit, dan tahun terbit
  • Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
  • Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak
  • Keterangan tambahan, seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya.

MANFAAT BIBLIOGRAFI
Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
  • Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya.
  • Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya.
  • Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat.
Oleh karena itu, penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.

Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
  • Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
  • Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
  • Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.
PENYUSUNAN BIBLIOGRAFI
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Bibliografi :
  1. Jika satu pengarang, maka nama pengarang disusun dari belakang ke depan mengikuti urutan dalam buku kecuali nama Tionghoa.
  2. Penulis dua pengarang atau lebih, nama penulis pertama dibalik, penulis kedua dan seterusnya tidk diblik.
  3. Daftar pustaka ditulis menurut alphabtis, tanpa diberi nomer urut.
  4. Semua referensi yang ada dalam kutipan dan catatan kaki dimasukkan dalam daftar pustaka.

Penyusunan bibliografi ada dua cara,yaitu:
  • Nama pengarang,judul,nama kota:nama penerbit,tahun penerbitan.
  • Nama pengarang.tahun penerbitan(angka tahum boleh diapit tanda kurung,asal konsisten).judul,kota penerbit:nama penerbit.
Cara yang kedua lebih banyak digunakan karena berlaku secra internasionl,atau disebut model APA(American Psychological Association).

PENGAWASAAN BIBLIOGRAFI
Pengawasan bibliografi secara nasional di Indonesia tidak terlepas dari upaya Indonesia untuk turut serta mewujudkan Universal Bibliographic Control (UBC). UBC adalah sebuah konsep pengawasan bibliografi secara internasional yang lahir pada konferensi yang diadakan pada tahun 1977 oleh IFLA (International Federation of Library Associations). UBC merupakan gagasan dari IFLA yang didukung sepenuhnya oleh UNESCO (United Nations for Educations, Scientific and Cultural Organisation) yaitu salah satu organisasi bawahan Perserikatan Bangsa Bangsa yang membidangi masalah pendidikan, keilmuan dan budaya.

Tujuan dari UBC adalah terwujudnya pertukaran data bibliografi nasional antar negara yang dihimpun oleh agen bibliografi nasional di negara tersebut, dengan maksud agar tidak terjadi duplikasi pencatatan bibliografis. Agen bibliografi nasional di sini adalah badan yang ditunjuk secara resmi sebagai pusat deposit untuk terbitan yang dikeluarkan oleh negara yang bersangkutan, biasanya adalah Perpustakaan Nasional dari negara yang bersangkutan.

Dalam usahanya untuk melaksanakan pencatatan bibliografi terbitan Indonesia tersebut, baik Perpustakaan Nasional dan Yayasan Idayu telah mencatat buku rujukan Indonesia, namun pada masa mendatang alangkah baiknya apabila kedua badan tersebut menerbitkan Bibliografi Khusus yang mendaftar Buku Rujukan Indonesia yang terpisah dari BNI maupun BB.

Buku rujukan merupakan salah satu sumber informasi penting yang dibutuhkan oleh pemakai, oleh karena itu pengawasan bibliografi terhadap buku rujukan juga harus dilaksanakan agar buku rujukan yang telah diterbitkan dapat ditelusuri dan ditemukan kembali apabila diperlukan. Agar dapat diketahui oleh masyarakat pemakai, buku rujukan yang telah diterbitkan hendaknya terpantau dalam suatu bibliografi tersendiri. Hal ini dapat dicapai apabila disusun suatu bibliografi rujukan yang berasal dari berbagai sumber. (ibp)